POLA HIDUP SEHAT

Oleh:  dr. Dahlia Arsyad Almatsier SpKJ

Hidup sehat adalah hal yang dianjurkan bagi kehidupan setiap orang demi terselenggaranya keseimbangan dalam kehidupan baik secara fisik, mental maupun sosial. Hidup sehat akan lebih sempurna jika dilengkapi dengan menjalankan kehidupan spiritual yang merupakan landasan dan batasan seseorang dalam berinteraksi dan menjalani kehidupan. Defenisi sehat menurut World Health Organization : ” Health is a state of complete physical, mental and social wellbeing and not merely the abscence of disease or infirmity “. Jadi sehat seutuhnya tidak hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan tapi orang tersebut dapat menjalani kehidupan dengan senang, dapat berinteraksi secara rasional dan toleran, dengan menjunjung budaya dan norma-norma lingkungan tempatnya berada.

Sehat mental adalah ketika seseorang merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya, dapat bergaul dengan baik, mengontrol diri dan tidak mudah emosi. Sehat sosial adalah ketika seseorang menjalani suasana kehidupan dengan perasaan aman, damai, dan sejahtera. Dapat beradaptasi dengan lingkungan, menghargai orang lain dan toleran dalam perbedaan. Sehat spiritual adalah adanya keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton. Wujud keseimbangan meliputi kesempatan untuk berlibur, menikmati alunan lagu dan musik serta melaksanakan ajaran agama secara konsisten.

Melaksanakan hidup sehat membuat seseorang jadi bugar, energik, kreatif dan mengurangi resiko sakit. Dasar untuk hidup sehat adalah makan makanan yang sehat, olahraga teratur, tidur cukup secara konsisten dan berkesinambungan. Mengelola stres dengan cara positif, menghindari merokok atau minum alkohol akan mengurangi keausan pada tubuh seseorang. Gaya hidup orang perkotaan sarat dengan hal-hal yang dapat mengganggu kelangsungan pola hidup sehat. Penyebabnya adalah kebiasaan merokok atau minum alkohol, makan makanan dengan kadar lemak tinggi, kurang berolahraga atau aktifitas fisik. Gaya hidup yang demikian akan mempengaruhi sistem peredaran darah dan jantung. Kondisi ini pun akan diperberat dengan adanya stres akibat tekanan dalam rumah tangga, persaingan dalam bisnis, maupun masalah ekonomi dalam rumah tangga. Hal-hal tersebut akan menyebabkan stres dalam kehidupan dan menimbulkan kecemasan, terlebih bila hal ini terjadi pada seseorang yang merupakan tulang punggung keluarga. Dampaknya akan timbul berbagai penyakit fisik seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, kencing manis, obesitas, dan stroke. Selain itu dapat pula menyebabkan gangguan mental emosional seperti depresi, kecemasan, dsb.  Apabila seseorang mempunyai faktor resiko tersebut maka sebaiknya perlu berkonsultasi atau memeriksakan kesehatan ke dokter secara teratur untuk menjaga kesehatannya. Perlu adanya perbaikan pola hidup yaitu dengan melakukan diet yang rasional dan seimbang, olahraga teratur dan istirahat yang cukup serta dapat mengelola stres dengan bijaksana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *