Waspada Penyakit Yang Sering Menyerang Wanita!!!

Setiap wanita pastinya ingin hidup sehat sepanjang siklus hidupnya. Namun setiap orang beresiko terserang penyakit berbahaya tak terkecuali wanita. Ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai oleh wanita karena lebih sering menyerang wanita daripada pria. Seperti dilansir oleh medicinenet.com, berikut adalah penyakit-penyakit yang sering menyerang wanita:

Batu empedu
Penyakit ini 3-4 kali lebih sering menyerang wanita dibanding pria. Batu empedu adalah batu-batu yang terbentuk di dalam empedu, dari cairan yang dibuat oleh sel-sel hati yang penting untuk mencerna makanan di dalam usus terutama lemak. Batu empedu yang paling umum ditemukan dalam dunia medis adalah batu kolesterol. Pada umunya batu empedu tidak menimbulkan gejala sampai batu empedu itu tersumbat pada salah satu saluran yang menguhubungkan kantung empedu dengan hati dan usus halus. Saat hal ini terjadi maka akan menimbulkan rasa sakit dan memiliki potensi berbahaya. Gejala adanya serangan batu empedu antara lain, rasa sakit hebat secara mendadak dan biasanya muncul pada malam hari atau setelah makan. Sakit diiringi rasa kejang mulai dari perut bagian atas kanan dan dapat bergeser ke punggung atau tulang belikat sebelah kanan yang berlangsung selama beberapa jam. Rasa sakit juga bisa disertai dengan pusing-pusing, nyeri perut, rasa mual, bahkan sampai muntah dan demam. Namun ada pula penderita yang sama sekali tidak mengalami gejala apa-apa.

Irritable Bowel Syndrom (IBS)
IBS merupakan gangguan pada usus besar yang mempengaruhi usus secara keseluruhan. Kondisi gangguan perut ini ditandai dengan rasa tidak nyaman di daerah perut yang disertai dengan gejala-gejala episodik perasaan sulit buang air besar (konstipasi) atau diare. IBS diperkirakan dipicu oleh gangguan saraf otot saluran cerna, gangguan saraf pusat, dan gangguan psikologis. Seperti dilansir dalam kompas.com, sebanyak 65% pasien IBS adalah wanita. Secara keseluruhan diperkirakan terdapat 10-20% penderita dewasa di seluruh dunia dengan jumlah wanita yang menderita IBS lebih banyak dibanding pria. IBS juga terkait dengan kecemasan dan depresi, diperkirakan 60% orang yang mencari perawatan medis untuk IBS juga melaporkan kecemasan atau gangguan mood. Selain mengelola stress, perlu diperhatikan juga makanan yang dapat memicu atau memperburuk IBS, contohnya alkohol, sayuran mentah, makanan tinggi lemak, minuman bersoda dan minuman berkafein. Sedangkan hasil studi menunjukkan bahwa probiotik strain Bifidobacterium dan Lactobacillus memiliki potensi untuk mencegah dan mengatasi gejala-gejala IBS.

Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih atau Urinary Tract Infection mudah terjadi pada wanita. Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih. Urin biasanya tidak mengandung bakteri, walaupun terdiri dari berbagai cairan, garam, dan produk buangan. ISK terjadi apabila bakteri yang menuju ke kandung kemih atau ginjal berkembang biak dalam urin. Gejala yang mungkin timbul meliputi perasaan tidak enak saat berkemih, namun ada juga yang tidak menimbulkan gejala. Kebiasaan buruk seperti kurang minum dan menahan kemih dapat memicu terjadinya ISK. Umumnya infeksi timbul dari bakteri Escherichia coli (E.coli) yang normalnya hidup dalam usus besar (colon). Untuk menghindari infeksi ini, wanita disarankan untuk minum banyak air setiap harinya, tidak menahan kemih dan menyeka dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri-bakteri sekitar dubur memasuki vagina atau urethra. Juga hindari menggunakan spray kebersihan wanita dan air yang diberi wewangian yang mungkin mengiritasi urethra.

Penyakit Autoimmune (Multiple Sclerosis, Sjogren’s syndrome, Lupus, dan Rheumatoid Arthritis)
Penyakit Autoimun lebih umum menyerang wanita daripada pria. Penyakit ini timbul akibat respon kekebalan tubuh yang terlalu aktif, yang malah menyerang jaringan sehat tubuh sendiri. Sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi sel, jaringan atau organ tubuh sendiri yang justru dianggap sebagai benda asing sehingga diserang oleh sistem kekebalan tubuh. Penyakit autoimun adalah salah satu penyakit yang hingga kini belum diketahui jelas penyebabnya. Namun kabar baiknya, penyakit ini dapat dikontrol, di non-aktifkan, atau dibuat tidur (dormant). Penanganan penyakit ini pun tergantung dari masing-masing jenisnya. Multiple Sclerosis Society melaporkan penyakit Multiple Sclerosis diderita 2 juta orang di dunia dengan jumlah wanita yang lebih banyak dibandingkan pria. Gejala Multiple Sclerosis bervariasi mulai dari kelumpuhan hingga kehilangan penglihatan. Sedangkan data dari Lupus Fondation of America menunjukkan 90 persen penderita lupus adalah wanita. Lupus adalah penyakit autoimun kronis dimana sel imum tubuh menyerang jaringan yang sehat sehingga memicu kerusakan pada kulit, sendi, dan organ.

Osteoporosis
Osteoporosis adalah suatu kondisi yang terjadi ketika kepadatan tulang menurun, dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama bagi wanita. Beberapa studi melaporkan bahwa satu dari setiap wanita diatas 50 tahun akan mengalami patah tulang karena Osteoporosis. Sedikitnya dua dari lima orang di Indonesia beresiko terkena Osteoporosis, terutama kaum wanita menurut data Puslitbang Gizi, Depkes RI 2006. Diatas usia 55 tahun, peningkatan osteoporosis pada wanita dua kali lebih besar daripada pria. Pada usia 65 tahun, beberapa wanita sudah kehilangan setengah dari massa tulang mereka. Osteoporosis yang terjadi setelah menopause disebut Osteoporosis postmenopausal, dan bisa terpicu karena kekurangan estrogen (hormone utama pada wanita). Gejalanya bisa timbul pada wanita yang berusia 51-75 tahun, namun bisa juga lebih cepat atau lebih lambat. Wanita yang berumur 40 tahun sudah mulai kekurangan kalsium. Oleh karena itu, penting untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium yang tinggi seperti susu, yogurt, keju, dll.

Banyak ancaman kesehatan pada wanita dapat dicegah jika Anda tahu caranya. Mulailah untuk hidup lebih sehat dan kurangi faktor resikonya:

Makan-makanan yang sehat
Terapkan gaya hidup sehat – pilih sayuran, buah-buahan, biji-bijian, makanan berserat tinggi dan sumber protein tidak berlemak seperti ikan. Batasi makanan tinggi lemak jenuh, dan konsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh ganda Omega 3.

Menjaga berat badan yang sehat
Jagalah berat badan yang ideal karena obesitas tidak hanya mempengaruhi penampilan wanita tapi juga menjadi awal dari berbagai penyakit yang berbahaya. Jaga komposisi makanan dengan diet rendah kalori dan rendah lemak. Konsumsi suplemen yang dapat membantu menurukan berat badan seperti Chitosan, serat gandum alami, Spirulina, Chlorella, wheat grass dan barley grass serta enzim.

Aktifitas fisik
Sertakan aktifitas fisik dalam rutinitas harian Anda . Olahraga dapat membantu mengendalikan berat badan dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Dengan berolahraga secara rutin, tubuh menjadi lebih fleksibel dalam bergerak, bobot tubuh terjaga, kapasitas paru-paru meningkat, serta otot jantung lebih kuat. Olah raga juga bermanfaat untuk memperkuat sistem imun dan mengenyahkan racun dari dalam tubuh.

Kelola stress dan berpikir positif
Stress tidak hanya menggangu, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan seseorang dengan meningkatkan peradangan dalam tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Stres dan berbagai pikiran negatif dapat menjadi pemicu timbulnya suatu penyakit. Michael A Weiner, PhD dalam Maximum Immunity menjelaskan bahwa stress kejiwaan turut melepaskan hormon yang sangat kuat yang berdampak negatif pada daya tahan tubuh kita.

Cek Kesehatan
Cek kesehatan yang perlu diperhatikan seperti pemeriksaan kolesterol dan gula darah. Bagi yang memiliki riwayat keluarga dan kasus kanker payudara, sebaiknya memeriksa mamografi sejak usia 40 tahun untuk mengetahui risiko kanker payudara. Sedangkan sebelum usia 40 tahun, kita bisa melakukan pemeriksaan terhadap payudara setiap bulan.

Eat healthily, sleep well, breathe deeply, move harmoniously.
-Jean Pierre Barral –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *