Obesitas Pada Anak

Anak kecil memiliki banyak keistimewaan dimana mereka bukanlah dewasa kecil. Pada masa kecil mereka mengalami pertumbuhan dimana mereka mengalami penambahan tinggi, berat badan dan ukuran mereka pun semakin besar. Pada masa kecil mereka juga berkembang dimana mereka bertambah pintar secara motorik ini dibuktikan dengan mereka semakin bertambah pintar, semakin lancar dalam berbahasa dan semakin matang dalam mental dan sosial.

Untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal mereka membutuhkan nutrisi yang sangat penting bagi mereka. Nutrisi yang diberikan pada anak haruslah nutrisi yang seimbang. Ini dikarenakan apabila anak tersebut mengalami kekurangan atau kelebihan zat gizi hal ini dapat menimbulkan penyakit pada anak tesebut. Pengukuran anak tersebut kurang atau kelebihan zat gizi dapat diukur dengan pengukuran status gizi dengan kategori gizi baik, gizi kurang, gizi buruk, gizi lebih dan obesitas.

Penyebab obesitas antara lain bisa dari faktor internal atau faktor endogen bisa dari faktor hormonal dan faktor genetik, tetapi faktor endogen hanya mempengaruhi 10% dari penyebab obesitas. Sedangkan selain faktor dari luar atau faktor eksogen mempengaruhi obesitas lebih besar yakni sekitar 90%. Faktor eksogen ini dipengaruhi oleh asupan makan dan gaya hidup anak. Diagnosis yang digunakan untuk menentukan kelebihan berat badan bisa digunakan metode BB/TB dimana berat badan aktual dibandingkan dengan berat badan ideal menurut tinggi badan.

Ciri-ciri anak yang mengalami obesitas antara lain: anak tersebut memiliki wajah bulat, pipi tembem, dagu rangkap, leher terlihat pendek, dada membusung, payudara membesar, perut buncit, burried penis, lengan dan paha besar dengan ujung jari kecil dan runcing. Masalah yang dapat timbul bila terjadi obesitas adalah hipertensi, hiperkolesterol, Diabetes tipe 2 (hiperinsulin), asma, gangguan tidur, perlemakan hati, gangguan menstruasi, batu empedu, konstipasi, kelainan kulit, kaki bengkok, pseudotumor serebri dan depresi.

Penatalaksanaan yang baik untuk anak obesitas yaitu dengan memperhatikan pola makan, meningkatkan aktivitas, perubahan perilaku, penggunaan obat-obatan dan bisa juga dengan melakukan pembedahan. Pengaturan makan yang harus dilakukan pada anak obesitas harus dilakukan secara bertahap, yaitu dengan menurunkan kalori makanannya 300-500 kcal/hari, penurunan dengan jumlah kalori ini dapat menurunkan sekitar 0,5 kg/minggu. Pemberian makan pun harus dengan pola makan sehat. selain pengaturan makan aktivitas anak tersebut juga perlu diperhatikan dimana anak tersebut harus dibiasakan hidup aktif, serta mengurangi kegiatan pasif seperti nonton TV dan bermain playstation, anak tersebut juga harus dibiasakan olah raga.

Tidakan pencegahan yang baik dilakukan untuk mencegah terjadinya obesitas adalah dengan memberikan ASI. Karena ASI lebih baik daripada susu formula. Lalu berikan makanan yang sehat dan seimbang. Serta lakukan aktivitas yang cukup dengan membiasakan anak tersebut aktif dan melakukan olah raga.

Terkadang orang tua terlalu berlebihan memberikan asupan makanan pada anak mereka dan mereka tidak memilah jenis makanan yang sehat. Ini menyebabkan semakin tingginya prevalensi anak yang obesitas terutama di kota-kota besar. Prevalensi ini bisa mencapai 12,2 % di 10 kota besar di Indonesia. Untuk membantu penyerapan gizi optimal gunakan Sun Hope Probiotic yang dapat membantu mengurangi gangguan pencernaan pada anak, terutama konstipasi pada obesitas. Kombinasi probiotik dan prebiotik mampu menurunkan resiko terjadinya kanker usus.

Kombinasikan pula makannya dengan makanan kaya serat sayuran dan buah untuk membantu mengurangi rasa laparnya dan mencegah terjadinya konstipasi (sembelit). Penggunaan Sun Hope Spirulina Plus yang kaya akan klorofil dapat membantu pembersihan darah dan memberikan oksigen pada komponen darah. Kandungan fikosianinnya membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jadi jangan tunggu sampai anak anda menjadi OBESITAS !

oleh : Dr. Yoga Davaera, Sp ,  Fatimah Syarief, AMG, STP (Ahli Nutrisi)