Manfaat Probiotic & Chitosan

Anda ingin tercegah dari penyakit diare? Konsumsilah Probiotic!

Diare yang timbul seringkali disebabkan oleh racun-racun yang masuk ke dalam tubuh, kurangnya konsumsi serat, terapi antiobitik oral, yang mengakibatkan kurangnya pertumbuhan bakteri baik. Keseimbangan bakteri dalam tubuh ini juga seringkali terganggu oleh pola gaya hidup yang kurang sehat, diet, obat-obatan. Dengan konsumsi Probiotic, maka pertumbuhan bakteri berbahaya akan ditekan, sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan, dan sistem perlindungan saluran cerna diperkuat, serta membantu produksi vitamin K.

Konsumsi Sun Hope Probiotic dengan kandungan 1 milyar bakteri baik untuk kesehatan saluran cerna dan perlindungan tubuh.

(sumber : www.mediaindonesia.com)

Keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari mengkonsumsi Probiotic

Keuntungan yang diperoleh dari asupan nutrisi probitik dan prebiotik terdiri dari prevensi (pencegahan), kuratif, dan efek peningkatan daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu. Terdapat bukti yang positif efek dari penggunaan probiotik untuk mengatasi intoleransi laktosa, kelainan intestinal (pencernaan) akibat antibiotik, dan penyakit gastroenteritis. Bahwa probiotik dan prebiotik juga terbukti dapat mencegah penyakit radang usus berulang (rekuen) juga banyak terdapat bukti yang mendukung.

(Dr. RM Nugroho Abikusn, Msc, DR,PH, BIDI, Juli 2006, hal. 30-31. Sumber : www.pjnhk.go.id)

Chitosan memiliki efek anti tumor melalui aktivitas Natural Killer Cell

 

Chitosan merupakan hasil deasetilasi dari chitin polyosan yang berasal dari jaringan kerang-kerangan. Selain digunakan untuk terapi diabetes untuk menurunkan kadar gula darah, menurunkan kadar trigliserida darah pada obesitas, chitosan dapat membantu menghambat proliferasi (perkembangbiakan) sel tumor hingga 93 % setelah penggunaan selama 7 hari. Telah diuji secara klinis bahwa chitosan memiliki aktivitas anti-tumor dengan meningkatkan aktivitas Natural Killer (NK) cell. Terhadap sistem kekebalan tubuh lainnya, berdasarkan penelitian klinis, chitosan terlibat dalam produksi Ig-M untuk merespon antigen, meningkatkan fungsi sel T-helper, memiliki aktivitas anti-bakteri dan anti jamur serta menghambat reaksi hipersentitif .

(Y. Maeda dan Y. Kimura, Nutrition and Cancer, 2008. American society of Nutrition Sciences)